Skip to main content

Alumni FKIP UMSU Terbitkan Buku '39 Kisah Sang Guru Muda'

 


        Yudhi Pratama, mahasiswa stambuk 2014 alumni Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan FKIP UMSU mengaku sangat bangga dan senang, tulisannya berjudul “Jalani Mimpi” termasuk dari 39 tulisan yang diterbitkan.
“Sebagai alumni saya sangat bangga. Jadi terkenang lagi masa-masa PPL yang penuh lika liku. Jadi teringat bagaimana nervous saat mau masuk kelas. Apalagi menghadapi anak-anak yang mereka itu membuat kita tertantang tapi ngelus dada kadang-kadang,” ucap Yudhi yang kini mengajar di PAB Helvetia.Menurutnya, dengan buku yang diterbitkan ini diharapkan bisa mentginspirasi adik-adik kelas agar ada referensi saat akan mengajar di sekolah.
        Ananda Rizalni, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris saat membaca buku “39 Kisah Sang Guru Muda” sempat terkejut, tulisan yang dulu ditulis sederhana itu ternyata dipilih penerbit. Tentunya bakat menulis akan semakin diasah sehingga ke depannya bisa menginspirasi banyak orang. Bahkan, saat dia mengaku saat membuka yayasan salah satu yang dilakukan sama yakni mengumpulkan anak-anak menulis dan kemudian diterbitkan.Dekan FKIP UMSU, Dr Elprianto, MPd mengapresiasi sejumlah dosen pembimbing yang mampu mengarahkan anak bimbingan mau menulis kisah-kisah selama PPL. Meskipun program ini sudah berganti, tetapi apa yang mereka tulis itu bisa menjadi referensi bagi adik-adik kelas bagaimana bersikap dan bertindak selama di sekolah.

           Mewakili Doping, Muhammad Arifin, MPd menjelaskan, ide awal muncul buku ini diskusi dari sejumlah pembimbing, bagaimana agar program PPL yang segera berakhir dan berganti dengan program lain tidak lenyap begitu saja. Maka sepakat sejumlah dosen pembimbing meminta para muridnya menulis cerita selama PPL. Alhamdulillah, dari ratusan peserta ada 39 kisah tulisannya yang dipilih. “Terimakasih kepada dosen pembimbing seperti Rini Ekayati, MA, Fatimah Sari Siregar, Winarti, Nadra Amaliah, Hotma Siregar dan doping lain yang mengarahkan mahasiswanya untuk tetap menghasilkan karya tulis yang mampu membangun peradaban,” katanya.

sumber:http://fkip.umsu.ac.id/2020/06/16/alumni-fkip-umsu-terbitkan-buku-39-kisah-sang-guru-muda/


Popular posts from this blog

Membangun Kultur Akhalakul Karimah Di Kalangan Generasi Z

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.       Alhamdulillaahi robbilalamiin, wassolaatu wassalaamu‟alaa asrofil anbiyaa ii wal mursaliin sayyidina muhammadin, wa‟ala alihi wa‟ashabihi ajma‟in, amma ba‟du.         "Ketahuilah bahwa di dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, dan jika segumpal daging itu buruk, maka buruklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati." (HR.Bukhari dan Muslim)    Hati yang baik adalah sumber ahlak yang baik, dan hati yang bersih akan menghasilkan ahlak yang mulia.Seperti teko, ia hanya mengeluarkan isi teko. Jika ada susu di dalamnya, susu akan keluar, dan jika ada air comberan di dalamnya, air comberan akan keluar.      Bagaimana cara menjaga hati tetap bersih dan positif? Kekuatan dzikir kita, yaitu ingatan kita kepada allah, akan menumbuhkan kebaikan hati kita. Jika hati kita selalu dipen...

Belajar,Belajar,danBelajar

                Tiga kata tersebut saya mendengar nya saat   pertama kali masuk kelas 1 smp.saat itu saya dicalonkan menjadi ketua dan wakil ketua osis.sesi pertanyaan akan dimulai beberapa menit lagi.ada seorang guru bertanya kepada calon keta osis.dia bertanya apa tujuan mu sekolah ,calon ketua osis pun dengan spontan mengatakan tujuan saya bersekolah   adalah untuk belajar belajar dan belajar.ya itu bnenar.jadi lah pribadi yang terpelajar.jangan mau terpengaruh pada siapaun.follow you dream                 Belajar   tidak identik dengan sekolah.tetapi juga dengan luar sekolah .jadikan masa lalu menjadi pelajaran,belajar lah dari kesalahan orang lain.ambil pelajaran dari orang sukses .mari mengubhah bangsa ini menjadi bangsa maju yang bertoleran.bangsa kita ini sangat kaya maka manffatkan sebaik mungkin.belajar memang ...

Kenapa Wanita Muslimah Harus Berhijab?

          Syariat tentang hijab memperlihatkan bahwa umat islam diajarkan untuk menghargai dirinya sendiri. Dengan menutup aurat, seorang muslimah berarti telah menghormati kemuliaannya sendiri sebagai wanita. Karena sesuatu yang berharga tidak akan pernah dibiarkan terbuka. Hijab bukanlah bermaksud membatasi kaum wanita. Justru beginilah cara Allah melindungi kaum wanita, membebaskannya dari mata-mata jahat kaum lelaki yang penuh tatapan nafsu dan memaksa mereka untuk memandang wanita secara lebih terhormat. Pemakaian hijab diwujudkan dalam bentuk menutupkan kain ke seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki.      Mengenakan hijab juga akan menjadi self-control bagi seorang muslimah untuk senantiasa berusaha menampilkan akhlak yang mulia. Dia akan berpikir dua kali ketika terlintas niat ingin berbuat maksiat. Karena hijab bukan sekedar keshalihan dari segi penampilan, akan tetapi juga keshalihan ...