Skip to main content

Pendidikan Budi Pekerti

     Manusia Indonesia menempati posisi sentral dan strategis dalam pelaksanaan pembangunan nasional, maka diperlukan pengembangan sumber daya manusia (SDM) secara optimal. Pengembangan SDM dapat dilakukan melalui pendidikan mulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat. Salah satu SDM yang dimaksud adalah generasi muda sebagai kader pembangunan yang potensial, harus dibina dan dikembangkan melalui lembaga pendidikan sekolah. Sekolah adalah salah satu lembaga yang bertanggungjawab terhadap pendidikan  budi  Pekerti menjadi mata pelajaran di sekolah. 

    Erna Setyowati Jurusan Teknologi Jasa Dan Produksi / FT/ UNNES bentukan karakter pribadi anak ( ) peran dan kontribusi guru sangat dominan. Suatu lembaga, sekolah memiliki tanggungjawab moral untuk mendidik menjadi pintar dan cerdas sesuai harapan orang tua. Tugas seorang guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik, sehingga anak memiliki kecerdasan kognitif, karakter yang baik ( afektif ) dan psikomotor. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur,sehat,berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab ( UU Sisdiknas 2003 ).

    Menurut Pusbangkurandik, Balitbang dikbud, pendidikan budi pekerti dikategorikan menjadi tiga komponen yaitu :
 a. keberagamaan, terdiri dari nilai-nilai pertama, kekhusukan hubungan dengan Tuhan, kedua, kepatuhan kepada Agama, ketiga niat baik dan keihklasan keempat, perbuatan baik, kelima pembalasan atas perbuatan baik dan buruk.
 b. Kemandirian, terdiri dari nilai-nilai pertama harga diri, kedua disiplin, ketiga etos kerja( kemauan untuk berubah, hasrat mengejar kemajuan, cinta ilmu, tehnologi dan seni) keempat rasa 
tanggungjawab kelima keberanian dan semangat keenam keterbukaan ketujuh, pengendalian diri.
c. Kesusilaan, terdiri dari nilai-nilai pertama cinta dan kasih sayang, kedua kebersamaan, ketiga kesetiakawanan, keempat gotong royong, kelima tenggangrasa, keenam hormat menghormati, ketujuh, kelayakan kepatuhan, kedelapan rasa malu kesembilan kejujuran dan kesepuluh peryataan terima kasih, permintaan maaf ( rasa tahu diri ).( Depdikbud, 1977; 42 ) Adapun aspek-aspek yang ingin dicapai dalam pendidikan budi pekerti adalah ada tiga ranah yang pouler dikalangan dunia pendidikan yang menjadi lapangan garapan pembentukan kepribadian peserta didik, pertama kognitif, mengisi otak, mengajarinya dari tidak tahu menjadi tahu, dan pada tahap berikutnya dapat membudayakan akal pikiran, sehingga dia dapat memfungsikan akalnya menjadi kecerdasan intelegensia, kedua afektif, yang berkenaan dengan perasaan, emosional, pembentukan sikap di dalam diri peribadi seseorang dengan terbentuknya sikap simpati, antipati, mencintai, membenci, dan lain sebagainya. Sikap ini semua dapat digolongkan sebagai kecerdasan emosional, ketiga, psikomotorik, adalah berkenaan dengan actiion, perbuatan , perilaku dan seterusnya. ( haidar Putra Dauly, 2004;222) 

     lembaga pendidikan sekolah pada dasarnya merupakan salah satu harapan masyarakat sebagai wakil orang tua) untuk mewariskan atau menanamkan nilai-nilai budi pekerti yang bersumber pada norma, etika, tradisi budaya yang dianutnya kepada generasi mereka. Oleh karena itu bagi masyarakat, lembaga pendidikan disamping diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berfikir trampilan hidup, juga diharapkan mampu mewariskan nilai-nilai budaya kepada anak didiknya. .











Popular posts from this blog

Alumni FKIP UMSU Terbitkan Buku '39 Kisah Sang Guru Muda'

          Yudhi Pratama, mahasiswa stambuk 2014 alumni Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan FKIP UMSU mengaku sangat bangga dan senang, tulisannya berjudul “Jalani Mimpi” termasuk dari 39 tulisan yang diterbitkan. “Sebagai alumni saya sangat bangga. Jadi terkenang lagi masa-masa PPL yang penuh lika liku. Jadi teringat bagaimana nervous saat mau masuk kelas. Apalagi menghadapi anak-anak yang mereka itu membuat kita tertantang tapi ngelus dada kadang-kadang,” ucap Yudhi yang kini mengajar di PAB Helvetia.Menurutnya, dengan buku yang diterbitkan ini diharapkan bisa mentginspirasi adik-adik kelas agar ada referensi saat akan mengajar di sekolah.         Ananda Rizalni, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris saat membaca buku “39 Kisah Sang Guru Muda” sempat terkejut, tulisan yang dulu ditulis sederhana itu ternyata dipilih penerbit. Tentunya bakat menulis akan semakin diasah sehingga ke depannya bisa menginspirasi banyak orang. Bahkan, sa...

SEJARAH BILANGAN

  Bilangan sejak pertamakali digunakan hanyalah untuk menghitung dan mengingat jumlah. Lambat laun, setelah para ahli matematika menambah perbendaharaan simbol dan kata-kata yang tepat untuk mendefenisikan bilangan, bahasa matematimatika ini menjadi sesuatu yang penting dalam setiap perubahan kehidupan. Bilangan selalu hadir dan dibutuhkan dalam sains, teknologi, dan ekonomi bahkan dalam dunia musik, filosofi, dan hiburan. Dahulu kala, ketika orang primitif hidup di gua-gua dengan mengandalkan makanannya dari tanaman dan pepohonan di sekitar gua atau berburu untuk sekali makan, kehadiran bilangan, hitung-menghitung, atau matematika tidaklah selalu dibutuhkan. Tetapi, setelah mereka mulai hidup untuk persediaan makanan, mereka harus menghitung berapa banyak ternak miliknya dan milik tetangganya atau berapa banyak persediaan makanan saat ini, mulailah mereka membutuhkan dan menggunakan hitung menghitung. Pada awalnya cukuplah menggunakan konsep lebih sedikit dan lebih banyak untuk me...

IMPLEMENTASI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNIG

  Mengembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna jika ia diberi kesempatan untuk bekerja, menemukan, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan baru ( constructivism ). Membentuk group belajar yang saling tergantung ( interdependent learning groups ) yaitu agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerja   sama dengan orang lain, maka pembelajaran hendaknya selalu   dilaksanakan dalam kelompok-kelompok belajar atau proses pembelajaran   yang melibatkan siswa dalam kelompok. 11 Memfasilitasi kegiatan penemuan ( inquiry ), yaitu agar siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui penemuannya sendiri (bukan hasil mengingat sejumlah fakta). Mengembangkan sifat ingin tahu siswa melalui pengajuan pertanyaan ( questioning ). Bertanya dipandang sebagai kegiatan guru untuk mendorong, membimbing, dan memahami kemampuan berpikir siswa, sedangkan bagi siswa kegiatan bertanya untuk menggali informasi, mengkonfirmasikan apa yang sudah diketahui dan...

Pergesaran Benua

           Tahukah kamu bahwa permukaan bumi bersifat dinamis dan selalu berubah sesuai pergeseran benua?misalnya banyak ditemukan jenis flora dan fauna sejenis dari belahan bumi yang berbeda.dengan berbagai penelitian yang banyak dilakukan menunjukkan flora dan fauna di wilayah afrika dan amerika memiliki banyak kesamaan.hal ini sebagai salah satu bukti bahwa dahulu kedua benua pernah menjadi satu daratan yang sama.namun pada akhirnya harus terpisah oleh samudra nan luas karena adanya pergeseran benua          benua benua sekarang pun masih terus bergerak.pergerakan benua trsebut akan terus berlangsung dengan adanya tenaga penggerak yang berasal dari dalam perut bumi.gerakan ini dapat dibuktikan dengan semakin mekebarnya celah yang terdapat di alur alur dalam samudra..          Teori pangea adalah sebuah teori yang menyatakan bahwa jutaan tahun lalu semua benua bergabung bersama dala satu daratan besar yang...

Kosmetik

          Komestik  Adalah bahan atau sediaan yang digunakan pada bagian luar tubuh manusia atau gigi dan mukosa mulut untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan/atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi yang baik. Semua orang menggunakan kosmetik mulai dari bayi sampai orang tua. Contoh kosmetik antara lain Shampo, Pasta gigi, sabun, lipstik, bedak, parfum, dan lain-lain. Kosmetika berasal dari kata kosmein (Yunani) yang berarti ”berhias”. Bahan yang dipakai dalam usaha untuk mempercantik diri ini, dahulu diramu dari bahan-bahan alami yang terdapat di sekitarnya. Sekarang kosmetika dibuat manusia tidak hanya dari bahan alami tetapi juga bahan buatan untuk maksud meningkatkan kecantikan (Wasitaatmadja, 1997). Menurut Wall dan Jellinek, 1970, kosmetik dikenal manusia sejak berabad-abad yang lalu. Pada abad ke-19, pemakaian kosmetik mulai mendapat perhatian, yaitu selain untuk kecantikan juga untuk kesehatan. Perkembangan ilmu kosme...

IBU

 firman Allah dalam surat Al-Isra’ itu berbunyi seperti ini:“Dan tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak kita. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka jangan sekali-kali mengatakan ‘Ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapankanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa kita sebagai anak harus menghormati kedua orang tua terutama adalah ibu. Bahkan kita sampai tidak boleh berkata ‘’Ah’’ apalagi sampai membentaknya. Karena karena orang tualah kita dapat berada di dunia ini, Allah memberi amanat berupa kita melalui mereka. Apalagi seorang ibu, seorang yang telah mengandung kita selama sembilan bulan denan bersusah-susah, melahirkan kita dengan rasa sakit yang luar biasa dan ketika kita lahir, kita hanya mendapat kasih sayang yang tak terhingga seperti kata pepatah yang mengatakan ‘’kasih ibu sepanjang mas...